Monday, April 10, 2017

PENYAKIT BERCAK DAUN COKLAT (BROWN LEAF SPOT) PADI



A.    Pendahuluan
Penyakit bercak daun coklat tersebar di negara-negara penghasil padi di Asia dan di Afrika. Di Indonesia, penyakit ini banyak ditemukan pada pertanaman padi terutama di tanah-tanah marginal yang kurang subur, atau kahat unsur hara tertentu. Beberapa daerah padi gogorancah di Nusa Tenggara Barat, Bali, Gunung Kidul, Jawa Barat bagian selatan dan Lampung merupakan daerah endemik penyakit ini.

Gambar 1 : Daun padi yang terserang penyakit bercak daun coklat

Penyakit ini dapat menyerang pada saat persemaian dan dapat mengakibatkan tanaman mati karena busuk pada koleoptil, batang dan akar. Serangan juga dapat terjadi pada daun dan bulir, apabila bulir padi terserang maka mutunya akan menurun.
Hubungan antara terjadinya penyakit dengan ketersediaan unsur hara tanah sangat erat. Tanaman yang kurang sehat sangat mudah terserang penyakit ini. Pada kondisi tanah yang kahat unsur kalium penyakit bercak coklat dapat menimbulkan kerugian hasil 50 sampai 90 persen. Faktor lain yang berpengaruh adalah sistem drainase yang tidak baik, sehingga mengganggu terserapnya unsur-unsur hara.
B.     Gejala
Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah adanya bercak berwarna coklat tua, berbentuk oval sampai bulat, berukuran sebesar biji wijen, pada permukaan daun, pada pelepah atau pada gabah. Gajala khas penyakit ini adalah adanya bercak coklat pada daun berbentuk oval yang merata di permukaan daun dengan titik tengah berwarna abu-abu atau putih. Titik abu-abu di tengah bercak merupakan gejala khas penyakit bercak daun coklat di lapang. Bercak yang masih muda berwarna coklat gelap atau keunguan berbentuk bulat. Pada varietas yang peka panjang bercak dapat mencapai panjang 1 cm.
Gambar 2 : Gejala penyakit bercak daun coklat

Bercak terutama pada daun, tetapi dapat pula terjadi pada tangkai malai, bulir, dan batang. Bercak muda berbentuk bulat kecil, berwarna coklat gelap. Bercak yang sudah tua berukuran lebih besar (0,4 - 1 cm x 0,1 – 0,2 cm), berwarna coklat pada pusat kelabu. Kebanyakan bercak mempunyai warna kuning di sekelilingnya. Dan bila serangan menghebat seluruh permukaan bulir dapat tertutup massa konidia dan tangkainya. Pada serangan berat, jamur daopat menginfeksi gabah dengan gejala bercak berwarna hitam atau coklat gelap pada gabah. Serangan berat pada daun dapat mengakibatkan daun mengering.
Gambar 3 : penyakit bercak oleh Helminthosporium oryzae
(Harahap & Tjahjono,1993)

C.     Diagnosis dan Perikehidupan
1.      Pada daun terdapat bercak-bercak sempit me­manjang, berwarna coklat kemerahan, sejajar dengan ibu tulang daun.
2.      Banyaknya bercak makin meningkat pada waktu tanaman membentuk anakan. 
3.      Pada serangan yang berat bercak-bercak terdapat pada upih daun, batang, dan bunga. Pada saat tanaman mulai masak gejala yang berat dapat terlihat pada daun bendera. 
4.      Menurut Palmer dan Supriaman (1979) gejala mulai tam­pak 2-4 minggu setelah padi dipindah, dan gejala paling berat tampak lebih kurang satu bulan sebelum panen.

D.    Penyebab
Penyakit bercak daun coklat (brown leaf spot) pada tanaman padi (oryza sativa l) ini disebabkan oleh cendawan Helminthosporium oryzae atau Drechslera oryzae (Cochliobolus miyabeanus). Konidia H. Oryzae berwarna coklat, bersekat 6-17, berbentuk silindris, agak melengkung, dan bagian tengahnya agak melebar. Konidia ini di bentuk pada tangkai sederhana yang tumbuh pada bercak. Konidia ini dapat di sebarkan oleh angin dan dapat terbawa benih.
Helminthosporium oryzae hidup sebagai parasit, perusak kecambah dan buah, serta menimbulkan noda – noda pada daun inang. Buah yang terserang menjadi menyerupai bludru. Helminthosporium oryzae termasuk jamur dengan divisi deuteromycotina, yang memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
·         Hifa bersekat
·         Dinding selnya terbuat dari zat kitin
·         Berkembang biak dengan konidia
·         Belum diketahui tahap seksualnya sehingga jamur ini sering disebut dengan jamur imperfecti yaitu  jamur yang belum sempurna.
Gambar 4 : Ciri-ciri jamur Deuteromycetes

           
Gambar 5 : Siklus hidup Deuteromycetes

E.     Daur Penyakit.
Daur hidup penyakit ini diawali dengan konidium jamur yang disebarkan oleh angin dan infeksi terjadi melalui mulut kulit. Gejala baru tampak 30 hari atau lebih setelah infeksi. Ini menyebabkan lambatnya gejala di lapang, meskipun infeksi dapat terjadi pada daun muda maupun daun tua (Ou, 1985). Jamur ini mempertahankan diri dari musim ke musim pada biji-biji dan jerami. Diduga jamur dapat bertahan pada rumput-rumput liar; antara lain di India jamur dapat menginfeksi lempuyangan (Panicum repens).

F.      Bioekologi
Jamur Helminthosporium oryzae menginfeksi daun, baik melalui stomata maupun menembus langsung dinding sel epidermis setelah membentuk apresoria. Konidia lebih banyak dihasilkan oleh bercak yang sudah berkembang (besar) kemudian konidia dihembuskan oleh angin dan menimbulkan infeksi sekender. Jamur dapat bertahan sampai 3 tahun pada jaringan tanaman dan lamanya bertahan sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Patogen penyakit bersifat terbawa benih, sehingga dalam keadaan yang sesuai penyakit dapat berkembang pada tanaman yang masih muda.

G.    Pengendalian
Perkembangan penyakit sangat erat hubungannya dengan keadaan hara tanah khususnya nitrogen, kalium, magnesium, dan mangan. Penanaman varietas tahan di Indonesia masih sangat terbatas. Rabcide 50 WP merupakan fungisida yang dianjurkan untuk mengendalikan penyakit bercak daun coklat Helminthosporium oryzae pada tanaman padi. Berdasarkan hasil riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan & Balai Besar Penelitian Tanaman Padi 2010 ada beberapa cara pengendalian yang lainnya , seperti dibawah ini :
1.      Jarak tanam yang tidak terlalu rapat terutama saat musim hujan.
2.      Jika perlu gunakan cara tanam sistem legowo.
3.      Jangan gunakan urea yang berlebih dan imbangi dengan unsur K.
4.      Aplikasi fungisida pada daun tanaman padi, contoh: antracol, dithane, dan fungisida kontak lain sebagai pencegahnya. Jika sudah terserang gunakan fungisida sistemik seperti score, anvil, folicur, Nativo, opus, indar dll.
5.      Penanaman varietas tahan, seperti Ciherang dan Membrano.
6.      Pemupukan berimbang yang lengkap, yaitu 250 kg urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per ha.
7.      Penyemprotan fungisida dengan bahan aktif difenoconazol, azoxistrobin, belerang, difenokonazol, tebukonazol, karbendazim, metil tiofanat, atau klorotalonil.

Pemanfaatan Serangga Entomofaga di Ekosistem Tanaman Pangan dan Hortikultura



I.         PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Musuh alami adalah organisme hidup yang memangsa atau menumpang dalam atau pada hama dan dianggap sebagai musuh dari hama yang terdapat di alam. Musuh alami dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu predator, parasitoid, dan patogen. Predator atau pemangsa  adalah binatang yang memangsa hama, contohnya  dari golongan mamalia, reptilian, Aves, Mollusca, dan Insekta. Keberadaaan serangga predator pemangsa di suatu ekosistem dapat mengendalikan populasi serangga lain.
Salah satu hama yang menyerang tanaman sayuran adalah kutu daun Aphis gossypii. Adanya serangga predator dalam memangsa hama kutu daun Aphis gossypii di suatu agroekosistem sebaiknya harus di pertahankan karena serangga predator merupakan salah satu agens pengendali hayati yang hadirnya dapat menekan populasi Aphis gossypii. Dalam mempertahankan kehadiran serangga predator di suatu ekosistem dibutuhkan informasi mengenai spesies serangga predator yang memangsa Aphis gossypii. Informasi ini diharapkan dapat berguna untuk mengenal dan mempelajari karakteristik dan ciri-ciri seragga tersebut sehingga setalah mengetahui informasi tersebut, maka akan memudahkan dalam mengupayakan agar keberadaan serangga predator ini tetap terjaga di agroekosistem pertanaman hortikultura dan tanaman pangan.

Salah satu serangga predator Aphis gossypii adalah Kumbang koksi. Kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera. Pada umumnya kumbang koksi mudah dikenali karena penampilannya yang bundar kecil dan punggungnya yang berwarna-warni serta pada beberapa jenis berbintik-bintik. Seekor koksi diketahui bisa menghabiskan 1.000 ekor kutu daun sepanjang hidupnya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemampuan koksi dalam memangsa kutu daun maka perlu dilakukan pengujian dan pengamatan tertentu.
1.2.  Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui serangga entomofaga dan inang atau makanannya di ekosistem tanaman pangan dan hortikultura.
 II.         METODOLOGI
2.1.  Tempat dan Waktu
Pelaksanan praktikum ini dilakukan di Laboratorium Insektarium, Fakultas Pertanian 9 Maret 2015 pukul 10.00 – 11.30 WIB.
2.2.  Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah 1) kamera, 2) cawan petri dan 3) alat tulis. Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah 1) 30 Aphis gossypii, 2) 10 Kutu Putih dan 3) 2 kumbang Koksi (yang di puasakan 24 jam).
2.3.  Cara Kerja
Adapun tahapan-tahapan yang harus dilakukan pada praktikum ini sebagai berikut:
1.        masukan 30 Aphis gossypii dan 10 kutu putih ke dalam cawan petri,
2.        masukan 1 koksi predator ke dalam cawan petri tersebut,
3.        hitung berapa kutu daun dan kutu putih yang dimakan oleh kumbang koksi tiap 5 menit sekali selama 30 menit.

III.        HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.  Hasil
Adapun hasil yang didapat setelah dilakukan pengamatan adalah sebagai berikut:
Waktu (menit)
∑ Kutu Daun yang Mati
5
19
10
2
15
5
20
12
25
12
30
16


3.2.  Pembahasan
Kutu daun merupakan jenis serangga kecil pemakan getah tanaman. Kutu daun hidup secara berkelompok (koloni), berwarna hitam, coklat atau hijau. Kutu daun berukuran kecil dan panjangnya antara 1 mili meter sampai 2 mili meter. Kutu daun merupakan salah satu hama yang paling merusak pada tanaman. Kerusakan yang mereka buat terhadap tanaman membuat mereka menjadi musuh bagi para petani.
Kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera. Mereka mudah dikenali karena penampilannya yang bundar kecil dan punggungnya yang berwarna-warni serta pada beberapa jenis berbintik-bintik. Serangga ini dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman.
Dari praktikum dapat diketahui bagaimana kemampuan dari koksi dalam memangsa kutu daun. Dalam waktu 30 menit yang dihitung tiap 5 menitnya dpat diketahui bagaimana fluktuasi mortalitas dari kutu daun. Pada 5 menit pertama koksi telah mampu memakan kutu daun sebanyak 19 kutu daun. Namun terjadi penurunan tingkat mortalitas kutu daun pada 10 menit, yaitu hanya 2 kutu daun. Di menit ke-20 dan 25 tingkat mortalitas dari kutu daun menunjukan jumlah yang sama yaitu 12 kutu daun. Dalam waktu 30 menit jumlah mortalitas kutu daun mencapai 66 kutu daun.
Mayoritas dari koksi adalah karnivora yang memakan hewan-hewan kecil penghisap tanaman semisal kutu daun (afid). Larva dan koksi dewasa dari spesies yang sama biasanya memakan makanan yang sama. Koksi makan dengan cara menghisap cairan tubuh mangsanya. Di kepalanya terdapat sepasang rahang bawah (mandibula) untuk membantunya memegang mangsa saat makan. Ia lalu menusuk tubuh mangsanya dengan tabung khusus di mulutnya untuk menyuntikkan enzim pencerna ke tubuh mangsanya, lalu menghisap jaringan tubuh mangsanya yang sudah berbentuk cair. Seekor koksi diketahui bisa menghabiskan 1.000 ekor kutu daun sepanjang hidupnya.
IV.    KESIMPULAN DAN SARAN
4.1.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh  dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.        Aphis gossypii adalah salah satu jenis hama daun pada tanaman pangan dan hortikultura,
2.        kumbang koksi adalah salah satu musuh alami (predator) dari Aphis gossypii,
3.        dalam waktu 30 menit kumbang koksi mampu memangsa kutu daun sebanyak 66 kutu daun.

4.2.  Saran
Adapun saran yang dapat diberikan pada praktikum ini adalah agar pada praktikum selanjutnya jenis predator yang dijadikan bahan praktikum ditambah lagi. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan nilai pembanding untuk tiap predator yang digunakan serta dapat menentukan jenis predator yang paling efektif jika digunakan.

Sunday, April 9, 2017

Faktor Fotosintesis

Fotosintesis dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari dalam maupun

faktor dari luar.

Faktor dalam antara lain adalah :

1) umur daun

2) keadaan stomata, jika stomata menutup, maka laju fotosintesis berkurang.

3) jenis tumbuhan.

Faktor luar antara lain adalah :

1) CO2, dengan semakin banyak karbondioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.

2) Ketersediaan air, kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.

3) Kelembaban dan suhu udara, berpengaruh pada enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis. Sebab enzim tersebut hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.

4) Keadaan cahaya, keadaan cahaya yang dimaksud yaitu intensitas (banyaknya cahaya matahari yang diterima) dan kualitas cahaya (panjang gelombang cahaya yang efektif).

Tuesday, November 29, 2016

Cara Kerja Hormon

Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sel untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal.

Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan memengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular termasuk diantaranya adalah perangsangan atau
penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru ( misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak ), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause).

Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.

Beberapa kelompok hormon telah diketahui dan beberapa diantaranya bersifat sebagai zat perangsang pertumbuhan dan perkembangan ( promotor ), sedang yng lainnya dapat bersifat penghambat ( inhibitor ).


sumber

Pengertian Hormon

Menurut Kamus Biologi, Hormon adalah suatu zat kimia yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu individu.

Hormon adalah senyawa-senyawa kimia yang disintesis pada suatu lokasi didalam organisme, kemudian diangkut ke tempat lain untuk selanjutnya bekerja melalui suatu kerja spesifik pada konsentrasi yang sangat rendah, untuk mengatur pertumbuhan, perkembangan atau metabolisme.
Hormon (dalam bahasa Yunani όρμή: horman : "yang menggerakkan") adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antarkelompok sel.

Pada kenyataannya, sangat sukar mendefenisikan istilah hormon dengan tepat. Penggunaan istilah zat pengatur tumbuh sering lebih baik, dan menunjukkan senyawa-senyawa baik alami maupun sintetik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan metabolisme. Senyawa-senyawa ini biasanya bukan suatu metabolit antara hasil suatu rangkaian reaksi yang mempengaruhinya, dan biasanya aktif dalam konsentrasi rendah.

Hormon yang terdapat didalam sel tumbuhan dan sel hewan memiliki pembagian yang tidak sama karena dari bentuk dan jenis sel tumbuhan dan hewan juga terdapat perbedaan.


sumber

Wanita Ikut Andil dalam Penegakan Islam

Islam adalah sebuah sistem pemberdayaan yang terpancar dari misi manusia sebagai khalifah Allah SWT. Dan dari falsafahnya, dan menilai hubungan antara manusia dan alam dengan Dzat yang menciptakannya. Secara mendasar, pemberdayaan dalam islam bertujuan untuk mewujudkan keamanan dari rasa takut dan lapar.

Allah SWT berfirman:

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah tuhan pemilik rumah ini (ka’bah), yang telah member makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”.( QS Quraisy: 1-4).

Islam menghendaki pemenuhan kehidupan yang baik dan terhormat bagi setiap manusia melalui proses pemberdayaan ini.

Allah SWT bersabda:

“ barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri alasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.(QS An-Nahl:97)

Yaitu kehidupan yang menjunjung tinggi dimensi roh dan jasad, yang diselimuti rasa persaudaraan, kasih sayang, belas kasihan dan rasa solideritas yang tinggi, yang mengibarkan bendera keadilan dan rasa aman, yang bersih dari ancaman kelaparan, ketakutan, permusuhan, pertikaian dan rasa egois, dan yang menjaga keadilan dalam membagi kekayaan dan pemasukan Negara, sehingga harta kekayaan tidak hanya beredar dan dikuasai oleh kaum konglemerat saja. Islam menghendaki adanya kehidupan, di mana islam melepaskan diri dari ketergantungan kepada orang lain dan mewujudkan kemerdekaan dan kemandirian ekonomi. Allah SWT telah menundukkan kepada manusia apa yang ada di bumi untuk dapat memperdayakan dan menginvestasikan harta kekayaannya dalam hal-hal yang menguntungkan kehidupan manusia, dan Al-Qur’an telah memberitahukan sumber-sumber kekeayaan itu dan mendorong untuk memanfaatkannya.

Islam adalah agama yang menggabungkan antara pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan sosial, menjadikan keduanya sebagai dua sisi mata uang. Oleh karenanya, islam mewajibkan kepada seorang untuk menjaga kebutuhan-kebutuhan dan prioritas-prioritas masyarakat dalam menginvestasikan harta kekayaan , memelihara kepentingan serta tujuan masyarakat secara menyeluruh, dan mewujudkan ketentraman dan kemakmuran yang menjadi keinginannya dan keinginan masyarakatnya.

Seorang muslimah disarankan ikut andil dalan mengarahkan investasinya sesuai urutan syariat islam tentang prioritas-prioritas,yaitu dharuriyyat (hal-hal primer),hajiyat (hal-hal skunder) dan tahsinat (hal-hal yang bersifat tambahan).

Dharuriyyat berarti hal-hal yang menjadi sebuah keharusan untuk tegaknya kekhalifahan dunia, seperti menjaga jiwa, akal, agama, kehormatan, dan harta benda. Ia adalah sebuah keharusan agar kehidupan manusia dapat berdiri dan tegak, dan manusia tidak bisa lepas darinya.

Hal-hal ini mungkin dapat ditertibkan sesuai kepentingan negara dalam syariat Islam sebagai berikut.

1) Menjamin keamanan untuk warga masyarakat dengan cara menjaga kehidupan, kehormatan dan harta kekayaan mereka.
2) Menyediakan sarana-sarana wajib kesehatan umum dan pengobatan untuk warga masyarakat.
3) Menyediakan kebutuhan pangan dan sandang.
4) Menyebarluaskan ilmu pengetahuan, baik tentang dunia maupun agama.
5) Menyediakan tempat tinggal



sumber

Wanita Bekerja sebagi Fitrah dan Kodrat Kewanitaanya

Seorang perempuan karier harus senantiasa mengenakan pakaian yang islami saat keluar dan bekerja di luar rumah demi menjalankan firman allah SWT:

“ Hai Muhammad, katakanlah kepada isteri-istrimu, anak-anak perempuan dan istri orang mukmin: “ hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal, karena itu mereka tidak di ganggu dan allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”. ( QS AL- ahzab: 59).

Adapun pakaian islami adalah pakaian yang menutupi semua tubuh perempuan kecuali apa yang tampak darinya yaitu wajah dan kedua telapak tangan, sebagaimana pendapat ibnu abbas dan yang lain dengan dalil perkataan nabi saw, kepada asma binti abu bakar ketika beliau masuk kepadanya sedang dia mengenakan pakaian yang tipis.

Pakaian wanita juga bukanlah pakaian perhiasan yang menjadikan semua pandangan tertuju kepadanya. Pakaian tersebut juga harus tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di dalamnya, tidak menampakan bentuk tubuh dan keindahannya. Sebagaimana pakaian perempuan karier muslimah tidak boleh menyerupai pakaian lelaki,

sebab rasulullah saw melaknat “ para perempuan yang menyerupai lelaki dan para lelaki yang menyerupai perempuan”. ( HR Abu Dawud).

Hal itu di sebabkan karena mengandung unsur pelanggaran terhadap fitrah yang di ciptakan allah SWT kepada masing-masing lelaki dan perempuan untuk mewujudkan misinya masing masing di dunia. Seorang lelaki ketika menyerupai perempuan, di bukanlah perempuan dan juga tidak lagi menjadi lelaki maka dia kehilangan sifat lelaki dan tidak juga mencapai sifat perempuan. Demikian juga perempuan yang menyerupai lelaki dia tidak akan menjadi lelaki dan tidak lagi menjadi perempuan seperti yang lain .



sumber

Wanita Karir di Awal Pemerintahan Islam

Selama masa awal pemerintahan islam wanita selalu membantu pekerjaan luar laki – laki, adalah Asmah, puteri dari khalifah pertama Abu Bakar, ia biasa membantu suaminya dalam hal pekerjaan lapangan seperti memberi makan kuda, mengambil minuman, mengambil buah – buahan di ladang, dan lain sebagainya. Bahkan pada masa ini pula wanita telah memegang pos – pos formal kewenangan masyarakat, seperti Al – syafa binti Abdullah yang ditunjuk oleh khalifah Abu Bakar sebagai pengawas pasar madinah.

Sejarah islam telah mencatat keberhasilan beberapa perempuan (muslimah) karir yang telah menggabungkan kemaslahatan dunia dan akhirat,mereka bersanding sejajar dengan lelaki yang membangun peradaban islam, melangsungkan pererniagaan, menghasilkan barang-barang produksi,bercocok tanam, belajar, dan mengajarkan Ilmu, keluar berperang di jalan allah SWT dengan mengobati korban-korban yang terluka, memberikan minum prajurit yang dahaga dan membela dengan gigih agama islam dan kaum muslimin.

Sektor perniagaan, terdapat figur khadijah perempuan karir pertama kali dalam sejarah islam Rasulullah saw telah melakukan akad mudharabah ( akad bagi keuntungan ) bersamanya. khadijah juga melakukan ekspor-impor komoditi secara internasional. Kafilah niaganya membentang dari negeri yaman ke negeri syiria, dan terus bekerja di musim panas dan dingin beliau termasuk orang pertama yang menghilangkan sekat-sekat dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi perempuan untuk terjun di dunia bisnis.

Banyak hadist – hadist Nabi saw yang menjelaskan tentang adanya aktifitas kaum perempuan pada jaman kenabian beliau. Seperti bidang kerajinan tangan dan tekstil, imam Bukhari pernah meriwayatkan pernah datang seorang sahabat wanita yang menemui nabi saw sambil membawa oleh oleh berupa tenunan. Seraya berkata

“wahai rosululloh, sesungguhnya aku telah menenun kain ini dengan tanganku sendiri, untuk itu perkenankan aku memberikan ini kepada baginda.” (HR Bukhari)

Demikian pula pekerjaan – pekerjaan lainya seperti membuat kerajinan , manik – manik dan sebagainya. Semua dilakukan untuk menambah kebutuhan terhadap dirinya sendiri ataupun keluarganya. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist dari Aisyah ra . ia berkata bahwa Rasullulloh Saw bersabda :

“orang yang paling cepat menyusulku diantara kalian adalah orang yang paling panjang tangannya.’ Aisyah ra berkata : “mereka saling bersaing untuk menentukan siapa diantara mereka yang paling panjang tangannya, ternyata yang paling panjang tanganya diantara kami adalah zainab ra, karena ia bekerja sendiri dan hasilnya dia berikan kepada keluarganya.” (yg dimaksud panjang tangan adalah terampil dan kreatif.

Nabi juga memuji wanita yang bekerja keras dan mendorong kepada istri dan putrinya untuk melakukan pekerjaan yang baik untuk dirinya dan menguntungkan beliau. Beliau bersabda “penghasilan yang paling utama adalah yang diperoleh dari dirinya sendiri”

Dari berbagai hadist diatas disebutkan bahwa islam tidaklah melarang wanita untuk bekerja, asalkan dapat menjaga iman dan taqwanya. Terlebih menjaga aurat kepada mereka yang bukan muhrimnya. Wanita karir tidak akan di permasalahkan lagi asalkan dia bekerja sebagai fitrah dan kodrat kewanitaannya.



sumber

Islam dan Wanita Karir

Sejarah telah mongonfirmasikan bahwa sebelum datangnya islam kondisi wanita ecara umum sangatlah suram. Wanita yang melahirkan manusia, dihina dan diturunkan derajatnya sebagaimana seorang budak. Wanita dippandang sebagai perwujudan sebuah dosa, kemalangan aib dan tidak mempunyai kedudukan sama sekali di mata masyarakat

Islam datang dan menjunjung tinggi harga diri dan kemuliaan dari wanita, islam datang dan melarang praktek penguburan bayi wanita untuk selanjutnya wanita dipandang sejajar dalam segi kemanusiaan

tetapi masyarakat islam memaham banyak i ayat ayat yang berhubungan dengan pria dan wanita secara timpang lebih mengunggulkan lelaki. Pria memperoleh hak lebih besar daripada wanita seperti wali, warisan, saksi, dan menjadi imam dalam shalat.

Al- Quran menyatakan :

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kamu semua dari laki – laki dan perempuan dan telah menjadikan mu bersuku – suku, berbangsa – bangsa agar kamu kenal mengenal,satu sama lain, sesungguhnya yang paling baik diantara kamu adalah orang – orang yang bertaqwa,

Nabi juga bersabda:

Semua manusia adalah sejajar, sama halnya seperti gigi sebuah sisir , tidak ada yang lebih unggul dari seorang Arab atas non arab, seorang yang berkulit putih atas orang yang berkulit hitam, atau laki – laki atas wanita, sesungguhnya yang bertaqwa lah yang di sukai Allah SWT

Dari uraian diatas sangat jelas bahwa sesungguhnya semua manusia itu sejajar, demikianlah dalam hal pekerjaan baik laki laki ataupun perempuan. Islam hendaknya tidak membedakan amal salih atau pekerjaan yang dilakukan oleh laki – laki dan perempuan asalkan dilandasi dengan iman dan taqwa. Maka keduanya akan mendapat balasan seperti apa yang telah mereka lakukan. Bahkan Allah SWT menjajikan kehidupan yang baik bagi mereka yang bekerja seperti firman Allah di Al – Quran sebagai berikut :

Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki – laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka akan kami berikan padanya kehidupan yang baik. (QS. An – Nahl : 97)

Apabila kita melihat pada masa permulaan islam dalam keterlibatan seorang wanita dalam pekerjaan maka tidaklah berlebihan. Karena islam memperbolehkan wanita bekerja asalkan tidak melalaikan tanggung jawabnya sebagai wanita. Yaitu tanggung jawab menjaga auratnya, menjaga ketundukan nya terhadap suami dan lain – lain.



sumber

Peran Perempuan di Sektor Domestik

Adapun konsep- konsep yang diberikan kepada kaum perempuan sebagai pelestari nilai sosial budaya, dalam memberikan peran dalam sektor domestik dapat dirincikan sebagai berikut:

1) Perempuan sebagai isteri, supaya dapat mendampingi suami sebagai kekasih dan sahabat untuk bersama-sama membina keluarga yang bahagia.

2) Perempuan sebagai ibu,pendidik, dan pembina generasi muda supaya anak-anak dibekali kekuatan rohani maupun jasmani dalam menghadapi segala tantangan zaman, dan menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa.

3) Perempuan sebagai ibu pengatur rumah tangga, supaya rumah tangga merupakan tempat yang aman dan teratur bagi seluruh anggota rumah tangga.

4) Sebagai tenaga kerja dan dalam profesi, bekerja di pemerintahan, perusahaan swasta, dunia politik, berwiraswasta, dan sebagainya untuk menambah penghasilan keluarga.

5) Sebagai anggota organisasi masyarakat, terutama organisasi wanita, badanbadan sosial dan sebagainya untuk menyumbangkan tenaganya dalam masyarakat.


sumber